Dinas PM-PTSP NTT Kembangkan Aplikasi Perizinan SPESIAL, Semuel Rebo: Itu Cara Tangkal Korupsi


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Semua Rebo mengakui pekerjaan yang ditekuninya saat ini bersama jajarannya diwarnai banyak godaan, banyak risiko, rawan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Cara menangkalnya adalah pelayanan yang transparan.

Wujudnya, diakui Semuel, mulai tahun 2016 lalu, PM-PTSP telah mengembangkan aplikasi perizinan SPESIAL (Sistem Pelayanan Berbasis Aplikasi). Sistem ini diadopsi dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jawa Barat.

Hasilnya, saat ini telah ada 134 kewenangan perizinan yang telah dilimpahkan ke Dinas Penanaman Modal dan PTSP NTT dan masuk ke dalam sistem aplikasi SPESIAL.

Semuel berjanji pada akhir April 2017, semua perizinan masuk dalam aplikasi, saat ini 80 perizinan masuk aplikasi, sehingga para pemohon/investor dapat memantaunya melalui online, transparan, tak ada yang ditutup-tutupi.

"Sudah ada standar pelayanannya, berapa hari, minggu, sesuai tingkat kerumitannya," terang Semuel.

Aplikasi SPESIAL ini, diakui Semuel, dapat direplikasi oleh kabupaten/kota sehingga ada kestandaran dalam pelayanan antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam konteks NSPK (norma, standart, prosedur dan kriteria) yang menekankan transparansi dan inovasi.

Semuel menerangkan, dalam rangka mendukung pelayanan perizinan ke depan, perlu segera mereview kembali tentang kewenangan penerbitan izin dan non izin, pemanfaatan inovasi teknologi dan meningkatkan koordinasi antar Dinas Penanaman Modal dan PTSP dan PTSP pusat.

Sumber : http://kupang.tribunnews.com